Uncategorized

Dampak Globalisasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dampak Globalisasi Bidang Budaya

Semakin tinggi globalnya Merabaknya gaya berpakaian barat dari negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD / VCD atau DVD, lalu sekarang film yang dapat diunduh, atau streaming.

Dampak globalisasi positif dari bidang sosial adalah generasi muda yang dapat memperoleh fasilitas-sarana yang memudahkan mereka memperoleh informasi dan menghubungkan dengan yang lebih efisien.

Sementara dampak negatifnya adalah generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan membahas hal-hal yang tidak baik seperti bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis dari tembok-tembok.

Dengan adasas fasilitas yang membuat seseorang enggan dalam berhubungan dengan atau membuat rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi informasi yang dapat diperoleh dengan mudah, cepat, dan lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan manusia menjadi lebih luas.

Akan Tapi, Dengan Adanya Arus Globalisasi Kadang-kadang Tidak Disertai Penyaringan. Semua informasi diterima apa adanya. Ini semua sempurna untuk pertama kalinya, paling terkenal, paling terkenal di masa itu dengan standar budaya bangsa Indonesia.

Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terhadap pengaruh negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas dapat memengaruhi pola yang dipikirkan dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya membaca oleh peserta didik, mereka lebih suka melihat televisi yang diputar tontonan yang mengandung tidak setuju yang memulai mereka tiru.

Dampak Globalisasi Bidang Ekonomi

Dampak positif globalisasi dari bidk ekonomi mampu memacu produksi dan mendorong para ekonomi agar produk yhas dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk lain. Pada globalisasi dalam menuntut manusia yang kreatif dan produktif.

Sementara itu, negatifnya adalah yang menentukan sifat konsumerisme dari generasi generasi muda. Dibutuhkan, tidak mampu menerima masa lalu yang sudah menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa mengandalkan.

Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi antar negara kaya dengan negara berkembang Kemudian, Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional akan membuka peluang penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan mengendalikan politik pada segelintir orang.

Dampak Globalisasi Pada Aspek Sosial

Negara tidak lagi dipertimbangkan sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Bagi mereka yang ingin menerbitkan buku Negara sebagai penyanyi, penyanyi dan penyanyi, dengan bahasa dan berita yang sama.

Dampak pada Gaya Hidup:

  • Individualistis Dulu sosialisasi hanya dapat dilakukan jika kita pergi keluar rumah, menyapa tetangga atau mengobrol. Namun Zaman Modern Ini, hanya Dengan Duduk Dialam Rumah Dengan Internet, Sementara Kita Bisa Bersosialisasi Dangan Orang-Orang yang Berada Sangat Jauh. Inilah akar dari individualistis yang tercipta karena tidak bersosialisasi secara langsung. Inilah sebabnya Karena Menciptakan menawarkan lagu yang mudah diingat yang telah dihafal atau jarang disutradarai.
  • Pragmatisme adalah sikap yang menentukan sesuatu dt tanpa ruginya bagi diri sendiri. Padahal menolong tanpa pamrih adalah pelajaran dasar dalam bermasyarakat. Tapi semakin majunya zaman, menyebabkan lunturnya nilai-nilai gotong royong dan tolong-menolong dalam hal-hal kebaikan. Individu lebih bermanfaat pada kegiatan yang menguntungkan itu saja.
  • Materialisme adalah doktrin yang menyatakan kesenangan, kesenangan, dan kekayaan merupakan satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. Belajar bertindak untuk orang yang dicintai bersama teman dan teman lain serta orang lain.
  • Hedonisme adalah pandangan hidup atau pola hidup yang mempertimbangkan tentang kesenangan dan kesenangan materi tentang tujuan utama hidup. Bagi para penganut paham ini, bersenang-senang, pesta pora, merupakan tujuan utama hidup, apakah itu menyenangkan bagi orang ain atau tidak. Karena mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali, sehingga mereka ingin menikmati hidup senikmat-nikmatnya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*