Uncategorized

Kondisi penyakit meningitis yang menimbulkan peradangan. Berikut pengertiannya

Lapisan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang sehingga mengalami peradangan merupakan kondisi dari meningitis itu sendiri. Anak-anak, remaja, dan usia muda memiliki resiko yang paling besar dalam hal ini, meskipun kondisi tersebut nyatanya dapat menimpa orang dewasa, terutama mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang bisa dibilang lemah.

Meningitis ini juga dikenal dengan radang selaput otak. Beberapa penyebab utama dari penyakit meningitis ini adalah infeksi, baik itu yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Karena radang tersebut disebabkan oleh virus dan bakteri, kondisi yang sangat menular sehingga dapat berpindah dengan mudah melalui hubungan langsung, bersin, dan batuk. Meningitis ini terjadi karena virus merupakan jenis Meningitis yang paling umum terjadi dan tidak begitu serius. Komplikasi seperti demam tinggi dan kejang-kejang hanya terjadi pada sebagian kecil kasus dan cukup jarang.

Meningitis terjadi karena bakteri, di sisi lain, lebih jarang terjadi, namun lebih serius. Jika tidak segera ditangani, radang jenis ini bisa dapat menyebabkan kerusakan otak bahkan kematian. Jadi, penting sekali untuk mengetahui gejala dari penyakit meningitis sehingga pengobatan dapat segera dilakukan.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Masa inkubasi penyakit meningitis adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari) setelah mikroba penyebab meningitis masuk ke dalam tubuh.

Di dalam tubuh, virus atau bakteri yang menginfeksi otak, sumsum tulang belakang, atau meninges (selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).Saat infeks tersebuti terjadi, meninges membengkak dan menekan otak serta sumsum tulang belakang. Tekanan terhadap organ tersebut yang dapat menyebabkan sehingga timbul beberapa gejala sementara, seperti sakit kepala dan saraf, serta menghambat aliran darah ke otak sehingga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sistem saraf dan otak.

Pada beberapa kasus, penyakit meningitis dapat mengakibatkan berakhir kematian.

Secara umum, beberapa penyebab radang selaput terbagi menjadi beberapa jenis, sepertihalnya:

  • Penyebab  lainnya

Tidak hanya itu, dalam beberapa kasus, penyebab penyakit ini juga bisa karena infeksi parasit (seperti meningitis babi), efek samping obat-obatan tertentu, atau sebagai komplikasi dari trauma fisik (seperti pasca operasi kepala atau operasi otak, pukulan serius di kepala) ataupun suatu penyakit (misalnya kanker, lupus, atau rheumatoid arthritis). Jenis radang selaput otak ini termasuk non-infeksi, sehingga tidak menular. Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis penyebab meningitis Anda atau anak Anda tanpa konsultasi ke dokter.

  • Infeksi bakteri

Infeksi bakteri juga bisa jadi penyebab radang selaput otak. Bakteri yang memasuki aliran dan darah berkembang di  otak serta sumsum tulang belakang dapat menyebabkan radang selaput otak. Namun dalam beberapa kasus, bakteri juga dapat langsung menyerang meninges (selaput pelindung otak) akibat infeksi telinga atau sinus, patah tulang tengkorak, ataupun efek samping setelah operasi yang berhubungan dengan organ kepala.

  •  Infeksi virus

Infeksi virus adalah penyebab meningitis yang paling umum terjadi. Virus penyebab infeksi ini pun ada beragam jenisnya. Namun hampir 85 persen kasus radang selaput otak disebabkan oleh enterovirus, diikuti oleh coxsackievirus A, coxsackievirus B, dan echoviruses. Virus herpes simplex, HIV, gondong, virus West Nile dan lainnya juga dapat menyebabkan radang selaput otak. Infeksi ini biasanya ringan dan dapat hilang dengan perawatan rumahan.

  • Infeksi jamur

Radang selaput otak yang disebabkan oleh jamur sebenarnya relatif jarang terjadi dan bukanlah infeksi yang menular. Meski begitu, infeksi ini dapat mengancam jiwa jika tidak diobati dengan pengobatan yang tepat, seperti obat antijamur.

Sumber:Alodokter.com



[1] Sumber referensi Docdoc.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*