Mayat Pemerkosa Diseret Pakai Motor, Camat: Saya Lihat di Foto Dicabik Badannya

Insiden tragis terjadi di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ketika seorang pria bernama Ali tewas diamuk massa usai diduga melakukan pemerkosaan. Tidak hanya itu, mayatnya kemudian dilaporkan diseret menggunakan motor keliling kampung oleh warga yang marah.

Camat Tompobulu, Muhammad Akbar Tola, mengungkapkan bahwa kondisi jenazah Ali sangat mengenaskan berdasarkan foto yang sempat ia lihat. Ia menyebut tubuh Ali tampak dicabik-cabik, bahkan bagian kemaluannya ikut rusak.

Kondisi Kampung Kembali Kondusif

Akbar menegaskan bahwa situasi di Kampung Parang-parang Tulau kini sudah kembali tenang. Polisi berjaga di rumah duka setelah jenazah dikuburkan pada Kamis (4/12) sekitar pukul 04.00 WITA.

“Alhamdulillah situasi sekarang sudah kondusif. Tidak kulihat langsung lehernya, tapi dari foto saya lihat badannya dicabik-cabik dan kemaluannya dipotong,” ujar Akbar dikutip dari laporan detikSulsel.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait tindakan kekerasan warga terhadap Ali, termasuk bagaimana mayatnya sampai diseret keliling kampung.

Ali Disebut Residivis: Kasus Asusila, Pencurian, Hingga Menghamili Adik Tiri

Informasi dari warga menunjukkan bahwa Ali bukan pertama kali terlibat kasus kriminal. Sepanjang hidupnya, ia disebut sering meresahkan warga.

  • Pernah terlibat kasus asusila
  • Pernah melakukan pemerkosaan
  • Beberapa kali melakukan pencurian
  • Pernah dipenjara karena mencuri uang Rp 80 juta
  • Pernah menghamili adik tirinya

Menurut warga bernama Enal (40), Ali baru saja keluar dari penjara sekitar dua tahun lalu namun kembali melakukan tindakan kriminal.

“Pelaku residivis, pernah hamili saudara tirinya dan dipenjara kasus pencurian. Pas keluar dari penjara, dia beraksi lagi,” kata Enal.

Pernah Kabur Setelah Hamili Adik Tiri

Kejadian lama yang kembali terungkap adalah peristiwa ketika Ali menghamili adik tirinya 15 tahun lalu. Ia disebut tidak mau bertanggung jawab dan justru melarikan diri dari kampung.

Perbuatan itu kembali dibenarkan oleh Camat Tompobulu.

“Iya betul itu, dia pernah hamili adik tirinya,” kata Akbar.

Insiden Pemerkosaan Picu Amarah Warga

Menurut informasi kepolisian, aksi massa terhadap Ali bermula dari dugaan pemerkosaan yang kembali ia lakukan. Warga yang mengetahui peristiwa itu langsung tersulut emosi hingga terjadilah penganiayaan fatal tersebut.

Video kejadian yang memperlihatkan mayat Ali diseret menggunakan motor keliling kampung viral di media sosial dan memicu perhatian publik secara nasional.

“Berawal dari kasus pemerkosaan,” kata Kanit Resmob Polres Gowa Ipda Muhammad Alfian.

Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak menuju lokasi sejak video kejadian beredar.

Polisi Lakukan Pendalaman

Pihak kepolisian saat ini masih mengumpulkan informasi untuk mengetahui kronologi lengkap penganiayaan terhadap Ali, termasuk siapa saja warga yang terlibat dalam aksi main hakim sendiri tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa tindak kejahatan, sekalipun berat, tetap harus diproses sesuai hukum tanpa mengorbankan nyawa seseorang di luar prosedur.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak sendiri dan menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus kepada aparat berwenang.

By c7ej7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *